Pertama kali kumerindukannya kupikir berengsek ! niyy perempuan kenapa ga mau pergi dari pikiran gue kenapa dia terus berlari – lari dan seperti mengajak ku untuk bermain dan meminta ku untuk aku mengejarnya. Eeemm… apa yang terjadi ini sebenarnya ? ada apa ini ? tapi kupikir Ok ! coba kujalani saja dulu. Coba kunikmati saja dulu, biar gue lihat perkembangannya nanti.
Semua ternyata semakin hari semakin ku ingin terus mendekatinya, Senyumnya yang manis yang selalu membuatku membanyangkannya…. Aroma wangi tubuhnya yang telah menyumbat kepala dan pikiranku yang selalu memaksa ku untuk terus menemuinya. Aku sangat merasa nyaman bila bertemu dan bersamanya.
Dan itu terbukti ketika tanpa sadar dia telah memberiku sebuah rasa cemburu, dada terasa meledak, rasa marah melanda jiwa, kupikir apa – apa niyy..??! Kenapa dia seperti ini ...? kenapa hal ini terjadi di saat gue da mulai menyukainya ...?! Gue pikir benar – benar berengsek... !!! Anjritttt…!!! Emang dia ga tau apa..?? sinyal - sinyal yang da gue tunjukin kedia klo gue da mulai suka sama dia, atau dia memang perempuan yang terlalu lugu atau memang cukup bodoh untuk mengartikan isyara – isyarat dari gue, yang sudah mulai menyukainya.
Sepontan rasa marah ku tak tertahan lagi dengan sejuta gempa gempita dan membabi buta aku mendemonya dan dengan penuh semangat aku melakukan orasi – orasi akan perasaan ku kepadanya dan dengan gambalang dan jelas gw berkata. Ketika dia menayakan kenapa mesti seperti ini ?! kenapa kamu ??? kamu ada perhatian lebih untuk aku ?? iiyaaa bernar...!! Gue jawab. Gue da mulai suka sama elu, Kenapa ??? kamu mau minta gue ngebuang rasa ini ? klo iya kamu pinta rasa ini gue buang, sekarang juga gue buang rasa ini. ?!! dan dia hanya menjawab terserah kamu. !! mau di buang, mau di simpen mau di ungkapin, hanya yang pasti aku ga bisa memberikan keputusan kepada mu sekarang…. !! dan akhirnya dengan rasa sedikit kecewa gue mengalah pada perasaan gue dan sikapnya dia. Gue bilang Ok. !! Rasa ini gue simpan dan gue tunggu keyakinan kamu sampai batasnya nanti dan bila tetap kamu bimbang dan tetap tanpa keputusan maka aku akan pergi dan tidak akan pernah menoleh kembali. Dia hanya terdiam dan tak berkomentar dan selanjutnya berkata meminta maaf hal seperti ini mesti terjadi, padahal kita belum terlalu lama kenal.
Kemudian pembicaraan yang saling menjaga perasaan masing -masing pun terjadi hingga aku merasa lelah, cape dan seperti tak berdaya. Dan ku izin padanya untuk beristirahat dan tidur untuk sesaat dan ketika gue terbangun dari tidur dan membuka mata gue, dan gue lihat alat komunikasi, terdapat sebuah pesan beserta gambar dirinya dan gue pun tersenyum akan hal itu.
Aku yang telah jatuh hati pada mu, Jenong ku


Tidak ada komentar:
Posting Komentar