Kamis, 14 April 2011

Penculikan akan diri ku ( I Shot The Sheriff )

Apakah kamu menyesal akan hal itu ?
Apakah kamu tidak ikhlas akan hal itu ?
“Tidak…!!! Tidak, aku tidak menyesali akan hal itu. Itu adalah hal yang terindah dan aku ikhlas akan hal itu “

Di mulai di pagi hari yang tidak terlalu cerah, teduh cuaca. Kuterima pesan darinya yang menanyakan keberadaan ku… dan aku yang tidak jauh berada dari tempatnya berdiri mengatakan, baik aku akan menemani kamu.

Akhirnya kami pun bertemu. Aku temani dia untuk sarapan dan kami berbincang, berbicara ngalor ngidul tanpa pokok bahasan yang pasti, hingga kemudian waktu yang menunjukan untuk aku pergi, menuju tempat aktifitas aku. tapi semua tertahan dan entah ada apa yang di dalam otaknya hingga kemudian dia menculik diriku dan aku terpaksa berbohong dan izin untuk tidak dapat masuk ketempat aku beraktifitas. entah karena dia sangat merindukanku dan ingin bersama ku atau entah karena apa ? tapi aku senang hal itu dia lakukan, karena jujur aku juga ingin bersamanya kerena aku sangat merindukan kebersamaan bersamanya. Aku rela dan tak menyesal diriku di culik olehnya.

kami lalui hari bersama berdua menyisiri pantai, dengan dia mendekap tangan ku. Berdua kami memandang ujung bumi yang tak terbatas di dermaga itu. Hembusan angin menerpa wajahnya, dan mengerakan rambutnya yang lurus tergerai, sehinga terlihat jelas manis dan cantiknya diri dia oleh ku. Berdua kita melepaskan rasa kangen hingga tetesan air hujan menghentikan semua itu.

Kami pun berjalan cepat menghindari tetesan air hujan menuju tempat untuk kami berdua berteduh. Dan ku perdengarkan lantunan lagu yang ku suka di telinganya. Hingga dia merasakan harus memejamkan mata dan mengistirahatkannya karena rasa lelah yang dia rasa. Aku jaga dirinya dan ku pandangi wajahnya. seketika berbicara hati ini, sungguh cantiknya kamu dan aku sangat sayang padamu. Dan seketika ku hempaskan pandangan ku kearah depan memalingkan pandanganku dari dia. Bibir indahnya…!!! Yupss... bibir indahnya telah mengodaku untuk menciumnya. Maka aku palingkan pandangan ku dan kupalingkan diriku darinya, aku tidak ingin melakukan hal yang tidak ingin dia lakukan.

Tetapi semua kekuatan pendirianku pun hancur ketika dia membuka matanya dan memandang aku, maka dengan penuh kesadaran kulakukan juga hal itu. Kucium merah bibirnya dan kurasakan kehangatan di situ walau semua hilang sesaat karena kamu meronta dan melepaskannya. Dengan sedikit amarah dia memandang ku dan aku hanya tersenyum. Hingga beberapa waktu aku terdiam dan aku tak berkata apa –apa, hingga kemudian kupegang dirinya dan kucium untuk ke dua kalinya bibir indah itu. Dan Dia hanya terdiam akan hal itu, hingga semua usai .

Tanpa beban aku hanya berkata aku sangat sayang kamu dan kangen akan diri mu. Dan kemudian aku pergi dari tempat kami bersama dan dia hanya memangil nama ku dengan wajah merah padam dan malu. Dan akhirnya kami selesaikan hari kami bersama hari itu dengan sebuah lagu yang kami dengarkan dari sebuah pertunjukan dengan sebuah lagu berjudul “I Shot The Sheriff” . heemmmm… aku hanya tersenyum mendengar lagu itu dan memandangnya sambil berkata aku sepertinya akan melakukan itu. Dan kemudian aku dan dia pun beranjak pergi. Untuk mengakhiri hari yang indah itu.

Aku yang mentorehkan hal indah di antara kita, untuk kamu, Jenong ku.

@Office 15 April 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini